Wahh, Segini Total Kekayaan Jenderal Andika dan Jendela Dudung

BERITA25 Dilihat

DM – KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Harta kekayaan Jenderal Dudung tercatat Rp 1,08 miliar, berada di posisi paling bawah.

Kekayaan Jenderal Dudung bahkan lebih kecil dibanding sejumlah anak buahnya.

Berapa harta kekayaan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman?

Mengacu laman resmi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, mantan Pangkostrad ini “hanya” memiliki harta sekitar Rp 1 miliar (data 21 Desember 2020).

Angka kekayaan Jenderal Dudung itu tergolong kecil dibanding para jenderal TNI lainnya, ada yang sampai di atas Rp 100-an miliar.

Kekayaan Jenderal Dudung hanya di atas Wakil KSAD Mayjen TNI Agus Subiyanto yang Rp 714,96 juta.

Dalam laman LHKPN KPK itu, disebutkan, harta kekayaan paling banyak tercatat dimiliki Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dengan Rp 179,99 miliar.

Di urutan kedua, Pangkostrad Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dengan Rp 51,65 miliar.

Meski kini telah menjadi perwira tinggi TNI dan menjabat KSAD, Dudung bukan sosok yang bergelimang harta.

Dudung tercatat memiliki dua bidang lahan dan bangunan di Kota Magelang dan Bandung senilai Rp 640.000.000.

Selain itu, ia tercatat memiliki tiga unit kendaraan yaitu mobil Toyota Veloz tahun 2019, Toyota Fortuner tahun 2020, dan motor Honda PCX tahun 2020 yang total nilainya mencapai Rp 737.000.000.

Ia juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp 110.870.275 juta dan utang Rp 402.406.000 juta. Sehingga total harta Dudung berjumlah Rp 1.085.464.275.

Laporan harta kekayaan Dudung itu berada jauh di bawah harta kekayaan sejumlah anak buahnya.

Daftar LHKPN

Berikut daftar harta kekayaan pejabat TNI yang diakses dari laman LHKPN KPK.

  • Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa: Rp 179.996.172.019 (20 Juni 2021);
  • Pangkostrad Mayjen Maruli Simanjuntak: Rp 51.654.737.058 (31 Desember 2020);
  • Pangkogabwilhan II Marsdya Imran Baidirus: Rp 17.416.830.074 (8 Januari 2020);
  • KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo: Rp 12.173.843.169 (31 Desember 2020);
  • KSAL Laksamana Yudo Margono: Rp 11.364.872.854 (31 Desember 2020);
  • Wakil KSAL Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono: Rp 9.797.609.432 (31 Desember 2020);
  • Pangkogabwilhan III Mayjen I Nyoman Cantiasa: Rp 8.626.344.500 (26 Maret 2020);
  • Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Muhammad Ali: Rp 7.254.741.749 (31 Desember 2020);
  • Irjen TNI Letjen (Mar) Bambang Suswantono: Rp 6.721.687.422 (31 Desember 2020);
  • Komandan Kodiklatal Mayjen (Mar) Suhartono: Rp 5.203.523.783 (31 Desember 2020);
  • Pangkoarmada RI Laksamana Madya Agung Prasetiawan: Rp 4.046.552.110 (31 Desember 2020);
  • Wakil KSAU Marsekal Madya Agustinus Gustaf Brugman: Rp 2.991.246.077 (31 Desember 2020);
  • Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut Laksamana Madya Nurhidayat: Rp 1.508.142.992 (31 Desember 2020);
  • KSAD Jenderal Dudung Abdurachman: Rp 1.085.464.275 (31 Desember 2020);
  • Wakil KSAD Mayjen Agus Subiyanto: Rp 714.960.000 (31 Desember 2019).

Pekerja Keras
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia merintis kariernya dari nol.

Perjalanan itu membuat Dudung memahami perjuangan sebagai rakyat kecil.

Baru-baru ini ia bercerita tentang prajuritnya yang harus mengeluarkan uang hingga Rp 400.000 untuk membeli pakaian dinas lapangan (PDL).

Menurutnya, uang sebesar itu sangatlah besar bagi prajurit.

Apalagi, Dudung meyakini bahwa prajurit pada dasarnya banyak yang bukan berasal dari keluarga kaya, tetapi umumnya dari keluarga tidak berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *